Selamat Datang di Website MAN INSAN CENDEKIA KOTA BATAM | Terima Kasih Kunjungannya.

Pencarian

Login Member

Username:
Password :

Kontak Kami


MAN INSAN CENDEKIA KOTA BATAM

NPSN : 69975889

Jalan Hang Lekiu, RT. II/RW X Kel. Sambau-Kec. NongsaKota Batam, Provinsi Kepulauan Riau


info@icbatam.sch.id

TLP : 0812 7071 2727


          

Banner

Jajak Pendapat

No Poles setup.

Statistik


Total Hits : 447398
Pengunjung : 121835
Hari ini : 53
Hits hari ini : 185
Member Online : 1
IP : 3.235.239.156
Proxy : -
Browser : Opera Mini

Status Member

Literasi Siswa

SAPALA MAN IC BATAM PERINGATI HARI SAMPAH NASIONAL DI PERBATASAN NKRI




Oleh : [Hakim Syah Reza]


"Selagi masih ada sampah di laut berarti itu masih wilayah Indonesia", begitulah selintingan yang kerap beredar di masyarakat terkait kondisi laut Indonesia dan perilaku beberapa masyarakatnya yang masih saja membuang sampah secara sembarangan, kamu termasuk golongan yang mana? Yang masih membuang sampah sembarangan? Atau yang sudah bisa mengelola sampah pribadi dengan baik?

SAPALA (Santri Pecinta Alam) MAN Insan Cendekia Kota Batam berupaya meminimilasir kasus diatas dengan memperingati Hari Peduli Sampah Nasional melalui aksi bersih sampah di Pulau Putri pada hari Minggu, 1 Maret 2020. Pulau Putri merupakan nama yang kerap digunakan masyarakat untuk menyebutkan sebuah pulau kecil yang ada di depan Pantai Nongsa - Kota Batam, meskipun pada tugu yang menjadi penanda titik koordinat pulau tersebut tertulis nama Pulau Nongsa. Pulau Putri merupakan penanda batas terluar Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan negara Singapura dan Malaysia.


Hari Sampah Nasional Merupakan salah satu hari lingkungan yang bertepatan pada 21 Februari, namun karena terkait beberpa hal SAPALA baru dapat melangsungkan kegiatan tersebut sembilan hari setelahnya. Belum termasuk waktu yang lama untuk memperingati suatu momentum, yang terpenting adalah pesan moril yang ingin dicapai dari kegiatan tersebut, bukan sekedar seremoni belaka.


Kegiatan yang bertemakan "ayo move on dari sampah" tersebut berlangsung dari pagi hingga siang, pesertanya adalah seluruh anggota SAPALA mulai dari angkatan I hingga angkatan  termuda yaitu angkatan III yang didampingi oleh Pembina SAPLA, serta yang turut membantu perwakilan dari Insan Cendekia Jurnalis (ICJ). Kegiatan ini sangat didukung oleh Ketua RW setempat, baik berupa dukungan moril dan fasilitas penyeberangan menuju Pulau Putri.


"Aksi bersih ini dilakukan di pulau putri untuk memperkenalkan SAPALA MAN Insan Cendekia Kota Batam kepada masyarakat, terutama kepada masyarakat yang ada di sekitar MAN Insan Cendekia. Menumbuhkembangkan kepedulian anggota SAPALA kepada lingkungan sekitar. Mengkampanyekan kepedulian terhadap sampah, serta mencoba mengurangi noda-noda yang melekat di wajah terluar NKRI" ungkap Ketua SAPALA.


Masyarakat yang berada di Pulau Putri merasa kecewa dengan media yang pernah melebih-lebihkan terkait keberadaan sampah di pulau tersebut. "Padahal sampah yang ada disini bukan semuanya bersumber dari pulau ini, bisa dari tempat lain, bisa juga dari kapal, lalu terbawa arus laut kemari", ungkap salah seorang pedagang di Pulau Putri.

Pulau putri merupakan salah satu destinasi wisata di Kota Batam yang ramai dikunjungi oleh wisatwan, namun bila wisatwan yang berkunjung tidak memiliki kepedulian terhadap lingkungan makan akan berdampak buruk terhadap pulau tersebut, sehingga dapat melunturkan keindahan pulau yang dijuluki "putri" karena keindahannya seperti seorang putri. "Untuk pengelolaan sampah disini sudah kami kelola dengan dengan baik, beberapa sampah plastik kami kumpulkan lalu dijual, kami juga sudah menyediakan tempat penampungan sampah diberbagi titik, namun masih saja ada wisatwan yang membuang sampah sembarangan" ungkap masyarakat Pulau Putri ketika di wawancarai.


Untuk masuk ke Pulau Putri dikenakan biaya retribusi sebesar Rp. 1000 untuk pengelolaan kebersihan di pulau tersebut, namun bukan berarti bila sudah bayar wisatwan bebas membuang sampah sembarangan. "Saya sering melihat pengunjung membuang sampah sembarangan, bahkan saya pernah mendengar pengunjung berakata kita buang saja sampah disini (bukan tempat sampah), kita kan sudah bayar" begitulah kekecewaan seorang pedagang di pulau putri, bahkan di juga mengatakan "yang namanya orang Indonesia masih suka buang sampah sembarangan, beda dengan yang saya lihat di Singapura, orang-orang disana puntung rokok saja disimpan".

Dari kegiatan aksi bersih sampah tersebut peserta peringatan Hari Peduli Sampah Nasional SAPALA masa jabatan tahun 2019/2020 berhasil mengumpulkan sampah plastik sebanyak 30 trash bag berukuran besar, 20 trash bag sampah didapat dari Pulau Putri, serta 10 trash bag sampah didapat dari Pantai Nongsa. Sampah plastik yang ditemukan didominasi oleh botol minuman plastik, terutama salah satu produk botol minuman lokal, selebihnya berupa kantung plastik, pembungkus makanan, dan streofom, selain sampah plastik juga ditemukan banyak sisa minuman kaleng. Sampah-sampah tersebut lalu diangkut menggunakan pickup menuju gerobak sampah milik Dinas Kebersihan yang ada di Kecamatan Nongsa.


"Bila tidak diangkut dari sini, sampah-sampah ini akan tetap berada di Pulau Putri dan Pantai Nongsa, percuma saja kita melakukan aksi bersih bila sampah yang kita kumpulkan masih kita taruh disekitaran sini" ungkap Reza yang merupakan Pembina SAPLA ditengah-tengah kegiatan aksi bersih.


"Kami sangat senang dengan kegiatan seperti ini, kalau bisa setiap minggu datang kemari, kalau keberatan sebulan sekali pun boleh la" ungkap salah seorang masyarakat Pulau Putri dengan nada bercanda saat menyaksikan kegiatan aksi bersih sampah plastik.


Setelah makan siang bersama, kegiatan dilanjutkan dengan beberapa outbond sebagai hiburan untuk peserta kegiatan serta upaya untuk meningkatkan kekompakan dan kerjasama di antara anggota SAPALA. kumudian dilanjutkan sosialisasi "Ecobrick sebagai pengelolaan sampah pribadi" oleh pembina SAPALA kepada peserta kegiatan. Ecobrick merupakan pengumpulan sampah plastik seperti bungkus peremen dan makanan ringan kedalam botol plastik hingga padat, kemudian kumpulan botol-botol plastik tersebut disatupadukan menjadi sebuah karya benda yang kita inginkan. "Saya harapkan seluruh anggota sapala dapat memulai menciptakan ekobrick, menggunakan goody bag, membawa tumbler untuk pengurangan dan memanajemen sampah plastik, serta menjadi percontohan untuk teman-teman di lingkungan MAN Insan Cendekia khususnya" Pembina SAPALA menegaskan. (Taring)

 




Share This Post To :

Kembali ke Atas

Artikel Lainnya :




Silahkan Isi Komentar dari tulisan artikel diatas :

Nama :

E-mail :

Komentar :

          

Kode :


 

Komentar :


   Kembali ke Atas