Selamat Datang di Website MAN INSAN CENDEKIA KOTA BATAM | Terima Kasih Kunjungannya.

Pencarian

Login Member

Username:
Password :

Kontak Kami


MAN INSAN CENDEKIA KOTA BATAM

NPSN : 11111111

Jalan Hang Lekiu, RT. II/RW X Kel. Sambau-Kec. NongsaKota Batam, Provinsi Kepulauan Riau


info@icbatam.sch.id

TLP : 0812 7071 2727


          

Banner

Agenda

19 October 2017
M
S
S
R
K
J
S
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11

Statistik


Total Hits : 61961
Pengunjung : 16993
Hari ini : 31
Hits hari ini : 71
Member Online : 1
IP : 54.225.47.94
Proxy : -
Browser : Opera Mini

 

SEJARAH MAN INSAN CENDEKIA BATAM

 

Perjuangan untuk mewujudkan “Madrasah Negri Unggulan” di Provinsi Kepri telah dimulai sejak tahun 2004. Cikal bakal MAN Insan Cendekia Batam telah dicetuskan sejak periode Menteri Agama RI, Maftuh Basyuni. Saat itu ada tawaran untuk membangun sebuah lembaga pendidikan Islam yang berbasis keunggulan. Drs. H. Nyat Kadir, Walikota Batam saat itu, ditawarkan untuk membangun madrasah yang bernama “Magnet School”, dengan anggaran pinjaman lunak dari Islamic Development Bank (IDB). Akan tetapi rencana tersebut tidak mendapat tanggapan positif dari anggota DPRD Batam.

Seiring perjalanan waktu, Mengeri Agama kembali menawarkan agar Batam membangun madrasah unggulan, yang diberi nama “Madrasah Bertaraf Internasional” (MBI). Pada saat itu (2008), Dirjen Pendidikan Islam, Prof. Muhammad Ali, telah menandatangani MoU bersama Walikota Batam, Drs. Ahmad Dahlan, MH. Madrasah Bertaraf Internasional itu rencananya akan dibangun diatas lahan hibah Otorita Batam ke Pemko Batam, seluas 20 hektar. Namun sekali lagi, MBI gagal dibangun karena konsep yang belum tuntas.

MAN Insan Cendekia Batam adalah proyek 3 Menteri (Maftuh Basyuni – Suryadharma Ali – Lukman Hakim Saifudin), 2 Gubernur (Ismeth Abdullah – HM. Sani), 3 Kanwil (Razali Jaya – Razali Umar – Marwin Jamal), 3 Walikota (Nyat Kadir – Ahmad Dahlan – Muhammad Rudi), dan 3 Kakankemenag (Abdul Razak – Khudrisyam – Zulkifli AKA).

Maftuh Basyuni digantikan oleh Suryadharma Ali, MBI dihidupkan kembali dengan nama MAN Insan Cendekia (MAN IC), merujuk dan melanjutkan MAN IC yang sebelumnya dibangun oleh Pak Habibie, seperti MAN IC Serpong dan Gorontalo.

Pada tahun 2013, kembali Batam mendaftarkan diri untuk mendapatkan proyek MAN IC ini dengan berbagai jalan yang ditempuh, yang didukung juga oleh Bapak Hardi Selamat Hood (Anggota DPD RI asal Kepri), agar proyek ini tidak gagal lagi. Pada waktu itu sesungguhnya Menteri Agama RI (Suryadharma Ali) telah mengabulkan berdirinya MAN IC Batam dan telah mengalokasikan anggaran sebesar 12 Milyar rupiah. Namun masih ada kendala teknis, sehingga dana tersebut dikembalikan ke negara, dan pembangunan MAN IC Batam belum terealisasi.

Pada tahun 2014, Kemenag Batam kembali mengusulkan pembangunan MAN IC Batam dan mendapat tanggapan positif dari Kementerian Agama RI, sehingga pembangunan MAN IC Batampun dimulai, ditandai dengan peletakan batu pertama langsung oleh Menteri Agama RI Bapak H. Lukman Hakim Saifudin, pada tanggal 15 November 2014, Kementerian Agama RI telah mengalokasikan anggaran untuk pembangunan asrama, RKB, dan perataan lahan, namun proyek yang berhasil dilelang hanya perataan lahan, seluas 10 hektar.

Pada tahun 2015, Kementerian Agama Kota Batam telah dapat satu unit asrama dengan 32 kamar dan satu unit gedung belajar dengan 12 RKB, dari dana APBN. Pemerintah Provinsi Kepri membangun pagar keliling area MAN IC Batam, dari APBD Provinsi sebesar 1.3 milyar rupiah. Pemerintah Kota Batam menyelesaikan pembebasan lahan seluas 10 hektar dan telah dibuat surat hibahnya dari Pemko Batam ke Kementerian Agama RI.

Pada tahun 2016, MAN IC Batam mulai menerima siswa dan melanjutkan pembangunan sarana prasaranan, diantaranya pembangunan masjid dengan anggaran 4 milyar dari APBD Kota Batam, disamping pembangunan jalan, instalasi listrik dan air. Sementara Pemerintah Provinsi Kepri membantu dana operasional sebesar 750 juta rupiah dan pembangunan pintu gerbang sebesar 500 juta rupiah. /icb