Batam – Siswa MAN Insan Cendekia Kota Batam, Muhammad Nofsry Rafsanjani, berhasil meraih Silver Honour pada International Astronomy and Astrophysics Competition (IAAC) 2026, sebuah kompetisi sains bertaraf internasional yang menguji kemampuan peserta dalam bidang astronomi dan astrofisika. Prestasi ini diraih di bawah bimbingan Riska Zani Putri, S.Pd.

International Astronomy and Astrophysics Competition (IAAC) merupakan kompetisi sains global yang diselenggarakan secara daring (online) dan terbuka bagi pelajar sekolah hingga mahasiswa dari berbagai negara. Kompetisi ini bertujuan untuk memfasilitasi minat generasi muda terhadap astronomi dan astrofisika di luar kurikulum sekolah, sekaligus mendorong peserta mengembangkan kemampuan berpikir ilmiah, analitis, dan pemecahan masalah.

Dalam kompetisi ini, peserta dihadapkan pada berbagai soal yang menuntut pemahaman mendalam mengenai fenomena alam semesta, seperti analisis jarak kosmis, orbit benda langit, gerhana, serta berbagai perhitungan matematis yang berkaitan dengan astronomi dan astrofisika. IAAC membagi peserta ke dalam tiga kategori usia, yaitu Junior, Youth, dan Senior, dengan standar kelulusan yang disesuaikan pada setiap kategori.

Rangkaian IAAC 2026 berlangsung melalui beberapa tahapan seleksi. Babak Qualification Round diawali dengan penyelesaian lima soal analisis yang harus dikerjakan secara mandiri dan dikumpulkan melalui platform resmi kompetisi. Peserta yang memenuhi nilai minimum sesuai kategori usia kemudian berhak melanjutkan ke Pre-Final Round, yang mencakup pengerjaan research paper, sebelum akhirnya mengikuti Final Round yang diawasi secara ketat secara daring. Hasil akhir kompetisi diumumkan pada 6 Juli 2026.

Atas capaian tersebut, Muhammad Nofsry Rafsanjani berhasil meraih penghargaan Silver Honour, sebuah pengakuan internasional yang diberikan kepada peserta dengan performa akademik unggul dalam bidang astronomi dan astrofisika. Selain penghargaan Gold, Silver, dan Bronze Honour, IAAC juga memberikan kesempatan kepada peserta terbaik untuk memperebutkan hadiah uang tunai serta teleskop edisi khusus yang ditandatangani oleh astronaut Frank De Winne dan para peraih Nobel Fisika.

Keberhasilan Muhammad Nofsry Rafsanjani menjadi bukti bahwa siswa MAN Insan Cendekia Kota Batam mampu bersaing pada kompetisi sains tingkat internasional melalui kemampuan berpikir kritis, analisis ilmiah, serta penguasaan konsep-konsep sains yang kuat. Prestasi ini juga mencerminkan komitmen madrasah dalam mendukung pengembangan potensi peserta didik di bidang riset dan sains, sehingga mampu berprestasi serta mengharumkan nama madrasah di tingkat global.

Madrasah berharap capaian ini menjadi motivasi bagi seluruh peserta didik untuk terus menumbuhkan rasa ingin tahu, memperdalam ilmu pengetahuan, dan berani mengambil bagian dalam berbagai kompetisi internasional sebagai langkah menuju generasi ilmuwan Indonesia yang berdaya saing global. (Tim Humas MAN Insan Cendekia Kota Batam)

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *